CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 26 Desember 2011

Galau...


Perasaan bagai tak menentu. Kadang rasa takut, ragu, dan bimbang datang melanda hati ini. Apakah aku siap? Apakah aku sanggup? Apakah aku berhak? Dan apakah aku bias amanah dengan beban yang akan ku pikul ini? Semua pertanyaan ini datang ketika aku teringat akan pergarus.
Buat kamu yang tidak pernah merasakan rasanya tinggal di pondok pesantren modern, mungkin kamu tidak mengetahui apakah itu pergarus. Ya, itu adalah singkatan dari pergantian pengurus organisasi. Mungkin bisa disamakan dengan pergantian osis di sekolah. Bedanya keorganisasian pondok pesantren dengan sekolah biasa adalah jika keorganisasian pondok mengurus santri dari mulai bangun tidur hingga akan tidur lagi, berbeda dengan keorganisasian pada sekolah umum lainya.

Pengurus adalah orang yang disumpah mengabdi pada pondok untuk mengontrol, mengurus, membimbing santri baik secara akhlak, ibadah, bahasa, kebersihan, dll. Tergantung dengan tugasnya masing-masing. Menurutku seorang pengurus sejati adalah seorang yang bias dijadikan panutan dalam berbagai hal, kita pun segan ketika berpapasan denganya atau jika kita ketahuan berbuat salah. Seorang pengurus sejati adalah seorang yang berwibawa, berwawasan luas dan bias mengayomi anggotanya.
Pertanyaanya adalah apakah aku bisa menjadi seorang pengurus sejati yang bisa menjadi panutan, berwibawa, professional, dan sekaligus bisa menjadi teman?. Aku tau ini tak bisa dihindari, aku tahu bahwa ini harus dijalani, dan aku tahu ini adalah sebuah proses kedewasaan. Dan jawabannya adalah aku harus yakin bahwa aku bisa, kakak kelasku saja bisa melakukanya dengan baik maka aku juga pasti bisa lebih baik.
Dengan doa, ikhtiar, dan tawakal aku pasti bisa menjalani segala kegundahan ini. Semoga Allah memberikan yang terbaik untukku, untukmu, dan kita semua. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar