Perasaan bagai tak menentu.
Kadang rasa takut, ragu, dan bimbang datang melanda hati ini. Apakah aku siap?
Apakah aku sanggup? Apakah aku berhak? Dan apakah aku bias amanah dengan beban
yang akan ku pikul ini? Semua pertanyaan ini datang ketika aku teringat akan
pergarus.
Buat kamu yang tidak pernah
merasakan rasanya tinggal di pondok pesantren modern, mungkin kamu tidak
mengetahui apakah itu pergarus. Ya, itu adalah singkatan dari pergantian
pengurus organisasi. Mungkin bisa disamakan dengan pergantian osis di sekolah.
Bedanya keorganisasian pondok pesantren dengan sekolah biasa adalah jika
keorganisasian pondok mengurus santri dari mulai bangun tidur hingga akan tidur
lagi, berbeda dengan keorganisasian pada sekolah umum lainya.
Pengurus adalah orang yang
disumpah mengabdi pada pondok untuk mengontrol, mengurus, membimbing santri
baik secara akhlak, ibadah, bahasa, kebersihan, dll. Tergantung dengan tugasnya
masing-masing. Menurutku seorang pengurus sejati adalah seorang yang bias
dijadikan panutan dalam berbagai hal, kita pun segan ketika berpapasan denganya
atau jika kita ketahuan berbuat salah. Seorang pengurus sejati adalah seorang
yang berwibawa, berwawasan luas dan bias mengayomi anggotanya.
Pertanyaanya adalah apakah aku bisa
menjadi seorang pengurus sejati yang bisa menjadi panutan, berwibawa,
professional, dan sekaligus bisa menjadi teman?. Aku tau ini tak bisa
dihindari, aku tahu bahwa ini harus dijalani, dan aku tahu ini adalah sebuah
proses kedewasaan. Dan jawabannya adalah aku harus yakin bahwa aku bisa, kakak
kelasku saja bisa melakukanya dengan baik maka aku juga pasti bisa lebih baik.
Dengan doa, ikhtiar, dan tawakal
aku pasti bisa menjalani segala kegundahan ini. Semoga Allah memberikan yang
terbaik untukku, untukmu, dan kita semua. Amin.



0 komentar:
Posting Komentar