Sebagai seorang
anak, apalagi remaja pasti kita punya keinginan yang kita ajukan kepada orang
tua kita. Aku jujur, selama ini aku tak pernah merasa cemburu pada kedua
adik-adikku. Dulu, ketika aku masih SMP aku bekata pada orang tuaku bahwa aku
ingin punya komputer, mereka bilang “iya, nanti aja kalo udah ada uangnya”. Oke
aku sabar saja menanti.
Saat adikku ingin
punya PS 2, orang tuaku langsung memberikannya. Saat itu aku berpikir mungkin
mereka membelikannya agar adikku tak terpengaruh dapa pergaulan yang ada di
rental PS dan supaya dia mau masuk pesantren. Oke, aku mengerti.
Tapi yang tak bisa
ku pahami adalah permintaan adikku. Saat dia berkata dia ingin punya motor
skywave, ibuku bilang “katanya dulu mau motor satria?” aku yang mendengarnya
langsung panas dan berkata :
“mah, aku kan
pengen punya laptop! (komputer udah jadul)” FYI: udah dari tahun jebot aku
minta laptop
Dengan tenang
ibuku bilang “laptop tuh nggak terlalu dibutuhin, tetangga kita aja sering
ngediemin laptopnya”
“tapi kan setiap
orang kan beda-beda kebutuhannya mah!
Aku kan butuh laptop buat belajar, bikin tulisan, cerpen, novel, dll”
Apa yang ibuku
katakana? Diam. Hening.
Akhirnya apa? Aku
cemburu!
Mungkin orangtuaku
punya rencana lain dibalik tertundanya keinginanku. Aku nggak tau. Mereka nggak
pernah bilang alasannya.



