Apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah? Kebanyakan
mahasiswa menjawab "ingin bekerja di..." atau "ingin menjadi
karyawan". Namun, apakah seorang mahasiswa dididik hanya untuk menjadi
seorang karyawan biasa?
Selasa, 25 Februari 2014
Kamis, 20 Desember 2012
Aku cemburu!!!
Sebagai seorang
anak, apalagi remaja pasti kita punya keinginan yang kita ajukan kepada orang
tua kita. Aku jujur, selama ini aku tak pernah merasa cemburu pada kedua
adik-adikku. Dulu, ketika aku masih SMP aku bekata pada orang tuaku bahwa aku
ingin punya komputer, mereka bilang “iya, nanti aja kalo udah ada uangnya”. Oke
aku sabar saja menanti.
Saat adikku ingin
punya PS 2, orang tuaku langsung memberikannya. Saat itu aku berpikir mungkin
mereka membelikannya agar adikku tak terpengaruh dapa pergaulan yang ada di
rental PS dan supaya dia mau masuk pesantren. Oke, aku mengerti.
Tapi yang tak bisa
ku pahami adalah permintaan adikku. Saat dia berkata dia ingin punya motor
skywave, ibuku bilang “katanya dulu mau motor satria?” aku yang mendengarnya
langsung panas dan berkata :
“mah, aku kan
pengen punya laptop! (komputer udah jadul)” FYI: udah dari tahun jebot aku
minta laptop
Dengan tenang
ibuku bilang “laptop tuh nggak terlalu dibutuhin, tetangga kita aja sering
ngediemin laptopnya”
“tapi kan setiap
orang kan beda-beda kebutuhannya mah!
Aku kan butuh laptop buat belajar, bikin tulisan, cerpen, novel, dll”
Apa yang ibuku
katakana? Diam. Hening.
Akhirnya apa? Aku
cemburu!
Mungkin orangtuaku
punya rencana lain dibalik tertundanya keinginanku. Aku nggak tau. Mereka nggak
pernah bilang alasannya.
Label:
aku dan duniaku
Damai Itu Indah
Ya,
damai itu indah. Islam itu cinta damai. Kita semua tahu itu, tapi dalam
pelaksanaannya sangat susah sekali…
Tahukah
kau teman, sudah hampir 5 bulan aku main ‘perang dingin’ dengan teman satu
angkatan—satu bagian—satu kelas (orangnya sama). Sebenarnya kita emang udah
nggak cocok dari awal pertemanan, dia bilang kalo dia nggak suka sama cara aku
memandangnya, intinya dia nggak suka sama ekspresi di wajahku terutama pada
mata. Yah mau gimana lagi? Orang ini udah dari sononya. Dari Allah, mau apa
lagi? Harus operasi plastik dulu biar dia suka sama aku? Nggak mungkin kan?.
Awalnya
aku biasa-biasa aja menyikapinya, tetep sabar, walaupun dia selalu sewot dengan
apa yang aku lakukan. Sekecil apapun kesalahan yang kuperbuat selalu terlihat
besar padanya. Pertengkaran-pertengkaran kecil sering terjadi, biasanya setelah
itu kami saling diam sampai 3 hari, lalu, kami kembali seperti biasa—tidak ada
kata maaf-memaafkan, tapi semua berjalan seperti pertengkaran yang lalu itu
tidak ada. Semua selalu terjadi berulang-ulang.
Sampai
suatu hari,
Rabu, 19 Desember 2012
Unforgetable Night Present
20
desember 2012, 01:00 AM
Malam ini tak terasa seperti malam-malam
sebelumnya. Saat terbangun pada tengah malam untuk belajar dan tidak mengantuk
lagi seperti biasa, Mungkin karena sudah ada niat kuat untuk bergadang. Di
malam yang sepi, sunyi, senyap, ketika ingin menanyakan pelajaran yang tidak
kumengerti pada teman yang sebelumnya sudah mengucapkan Happy Birthday padaku—bukannya
jawaban yang kudapatkan darinya akan tetapi cerita tentang kejadian lucu yang
dialaminya yang membuatnya ingin mati malam itu. Semua cerita berawal dari
sebuah kalimat pembuka:
“malam ini, aku serasa ingin mati
saja!”
Label:
aku dan duniaku,
aku dan pesantren
Hasil Renungan Selama Sebulan
Setelah hampir beribu-ribu tahun tidak membuat sebuah
postingan di blog ini. Akhirnya aku menyempatkan diri untuk membuat sebuah
tulisan yang tidak terlalu penting ditengah kepenatan dalam menghadapi ujian
yang berlangsung selama hampir satu
bulan. Well, ada beberapa hal yang aku dapatkan/simpulkan selama hampir 3 bulan kebelakang ini.
1. Internet itu menyeramkan. Jangan
Tanya kenapa, karena kita semua pasti bisa merasakannya.
2. Hidup di pondok itu unik, kita
bisa mendapatkan pengalaman2 yang berbeda saat kita bersekolah diluar. Mungkin
karena bentar lagi mau lulus.
Label:
aku dan duniaku,
aku dan renunganku
Senin, 12 November 2012
Nabi adam-pun cemburu
Kita sudah sering
sekali mendengar keutamaan-keutamaan menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Salah
satunya yaitu pada Yaumul Mizan (hari
perhitungan) nanti, umat Nabi Muhammad SAW dulu-lah yangyang akan di hisab.
Alangkah beruntungnya kita karena kita adalah ummat Nabi Muhammad SAW. Tapi
sungguh disayangkan karean tak semua orang yang tahu akan keutamaan-keutamaan
ini menjadi termotivasi untuk beribadah dalam menggapai Ridho sang Illahi.
Betapa meruginya kita
jika menyia-nyiakan hidup yang hanya sekali ini hanya untuk berfoya-foya
semata. Seharusnya kita memanfaatkan semua yang kita punya sebaik mungkin. Oke,
bolehlah jika kita menyukai dunia asalkan tahu batasan-batasannya.
Tahukah kau sobat,
Nabi Adam AS pun sampai cemburu kapada Ummat Nabi Muhammad SAW seperti yang
dikutip dari kitab Nashaihul Ibad :
Sa’ad Bin Hilal ra
pernah berkata “bila manusia (ummat Nabi Muhammad) berbuat dosa, maka Allah
tetap memberikan 4 anugerah kepadanya, Yaitu:
1. Dia tidak
terhalang untuk mendapatkan rizki.
2.Dia tidak
terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan.
3. Allah
tidak akan memperlihatkan dosanya semasa di dunia
4.Allah
tidak menghukumnya di dunia.
Diriwayatkan bahwa
Nabi Adam AS telah berkata : “Allah member 4 macam kemuliaan kepada ummat yang
tidak Allah berikan kepadaku, yaitu:
1.Allah menerima
tobatku di Mekkah, sedangkan ummat Muhammad di terima tobat-nya di tempat
manapun.
2.Ketika aku
melakukan dosa, Allah menghilangkan pakaianku seketika, sedangkan ummat
Muhammad tetap diberi pakaian meskipun mereka durhaka terhadap Allah.
3 3.Ketika aku
berbuat dosa, Allah memisahkan aku dengan istriku, sedangkan ummat Muhammad
ketika berbuat dosa tidak dipisahkan dengan istrinya.
4 4.
Aku berbuat
dosa di surga, lalu Allah mengusirku ke dunia, sedangkan ummat Muhammad berbuat
dosa di luar surga, lalu Allah memasukkan mereka ke surga bila mereka mau
bertaubat.”
Manusia adalah
tempatnya salah dan dosa, tak ada manusia yang suci 100%. Coba bayangkan jika
ummat Nabi Muhammad harus pergi ke Mekkah dulu agar bias diampuni dosanya oleh
Allah, pasti kita akan repot. Maka dari itu kita harus bersyukur kepada Allah
dengan segala kemudahan dari-Nya untuk kita (ummat Nabi Muhammad)
Label:
aku dan renunganku
Langganan:
Postingan (Atom)





