CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 06 Mei 2012

Persembahan Untuk Kakak


Ini adalah persembahanku untuk kakak-kakak yang tercinta.
Di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Dan hal yang paling tak menyenangkan adalah perpisahan. Khususnya kakak kelasku yang sudah di wisuda tanggal 06 mei kemarin. Terkadang aku sedih juka berpikir bahwa mereka akan pergi menuju dunia yang lebih luas menunggalkan pondok pesantren ini. Aku juga sedih karena akan sulit sekali untuk menemui bertemu dengan mereka untuk berbagi cerita.

Walaupun tak semua kakak kelas aku kenal, tapi beberapa dari mereka akan selalu berbekas di hati ini.
Aku ingat saat pertama kali kenal dengan kak bi’ah. Ketika itu kak bi’ah dating ke kamarku untuk meminjam komik My Heavenly Hockey Club. Kakak mendengarnya dari teman kakak dan langsuing dating padaku. Semenjak itu kita selalu berbagi informasi tentang anime atau komik (seringnya sih Detective Conan). Kak bi’ah lah yang menyadarkan ku bahwa aku tak sendiri. Walaupun akhir-akhir ini kita jarang bertegur sapa tapi kakak tak akan pernah ku lupa.
Aku juga masih ingat ketika mulai dekat dengan kak ela, saat itu kita masih baru menjadi penyiar radio. Aku pernah cemburu Karena ketika kita berbincang kak ela lebih cenderung kepada fitri, bukan aku. Nmamun, saat yang tak terlupakan adalah ketika sedang diadakannya ujian semester 2 tahun lalu. Dikala itu kita sering ngobrol tak karuan sehabis isya setiap malam bukannya belajar.
Kak mala, bagiku kak Mala adalah seorang yang jauh diatas awan. Itu dulu. Aku sangat mengaguminya tapi tak bisa kudekati. Aku terlalu rendah diri kala itu, terlalu malu untuk menyapa. Namun itu dulu. Saat menjadi penyiar, aku sangat senang karena aku bisa menjadi lebih dekat denganya. Dengan perlahan aku nmembangun kepercayaan diriku ndan mendekatinya walaupun aku masih bingung menerka jalan pikirannya. Terkadang kak mala sangat bersahabat, dan terkadang juga sangat dingin seperti ada tembok besar diantara kita (puitis mode on).
Kak Melinda, orang yang menyenangkan, lucu, dan selelu aku jadikan contoh. Ada juga kak rika, si guru yang bijak. Semua tak dapat aku sebutkan satu persatu. Namun ada satu orang lagi. Seorang anak adam.
Berawal dari sebuah kekesalan yang berubah menjadi kekaguman. Aku tak bisa mendekatinya. Aku terlalu malu untuk mendekatinya. Aku terlalu rendah diri. Hanya bisa menatapnya dari jauh. Dia tahu namaku saja aku sudah senang tak terkira. Cukup, hanya aku dan hatikulah yang tahu akan ini sampai saat itu tiba.
^_^Hope You All The Best ^_^

0 komentar:

Posting Komentar