Menjadi siswi
kelas akhir di PM UQI itu ada susah dan enaknya. Well, kali ini aku mau berbagi
cerita tentang waktu-waktu IMAMAHku. FYI (For Youth Info) imamah adalah ujian
prektek ibadah dimana bahan ujiannya itu adalah praktek sholat wajib, jenazah
& doanya, shalat idain, hafalan doa tahajud, dhuha, istikharah, tahlil,
dll. Dan ini adalah ujian lisan yang menjadi syarat kelulusan.
Tahukan
kau kawan bagaimana rasanya bekerja dibawah tekanan karena seorang yang
berharap terlalu tinggi padamu?. Ya, itulah yang kurasakan selama ujian imamah
ini. Guru yang membimbingku sangat berharap banyak padaku karena aku berasal
dari kelas IPA. Padahal tak semua anak IPA itu pintar dalam menghafal, terlabih
lagi dalm hafalan bahasa arab. Aku benar-benar tertekan, aku berjuang keras untuk menghafal dengan semua waktu yang ku punya
bahkan tidurpun hanya 1-2 jam saja. Tapi hasilnya tetap sama. Aku tak begitu lancar
menghafalnya.
Setiap
kali aku mengulang hafalanku rasanya itu menguap begitu saja. Terkadang aku
termenung, mengapa sangat sulit bagiku untuk mengafal. Apakah dosaku yang sudah
terlalu besar? atau Apakah aku terlalu lalai kepada-Nya?. Tak jarang aku
menangis karena merasa tak berdaya. Teman-temanku yang dari IPS saja bisa
menghafal dengan baik kenapa aku tidak!.
Akhirnya
itba, aku tak bisa terus menunda untuk yang ke-3 kalinya karena banyak teman
yang tak sabar untuk diuji setelahku. Akupun bertekat, bisa tak bisa aku harus
ujian, apapun hasilnya akan ku terima karena tidak pernah aku berjuang sekeras
ini sebelumnya.
At
least, banyak sekali hikmah yang bisa kuambil dari dari ujian imamah ini karena
aku merasa lebih dekat kepada Allah akan dosa-dosa yang lalu. Betapa tak
berdayanya diriku ini tanpa bantuanNya. Semoga ujian ini tak hanya sebatas
dihafal saja, namun dapat bermanfaat didunia maupun akhirat. Amiiin.



0 komentar:
Posting Komentar