CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 19 Desember 2012

Unforgetable Night Present



20 desember 2012, 01:00 AM
Malam ini tak terasa seperti malam-malam sebelumnya. Saat terbangun pada tengah malam untuk belajar dan tidak mengantuk lagi seperti biasa, Mungkin karena sudah ada niat kuat untuk bergadang. Di malam yang sepi, sunyi, senyap, ketika ingin menanyakan pelajaran yang tidak kumengerti pada teman yang sebelumnya sudah mengucapkan Happy Birthday padaku—bukannya jawaban yang kudapatkan darinya akan tetapi cerita tentang kejadian lucu yang dialaminya yang membuatnya ingin mati malam itu. Semua cerita berawal dari sebuah kalimat pembuka:
            “malam ini, aku serasa ingin mati saja!”
Pastinya sebagai teman yang baik aku bertanya kenapa sampai dia berkata seperti itu. Akhirnya dengan antusias dia bercerita bahwa sesaat setelah dia bertemu, mengatakan HBD padaku dan menghabiskan kopi yang dibuatnya dia merasa mual dan ingin muntah, mungkin karena dari pagi sebelumnya dia sudah merasa masuk angin. Karena tak tahan lagi akhirnya dia muntah (untung posisinya berada dekat tong sampah). Instingnya sebagai manusia menyuruhnya untuk mencari air putih kerena dia merasa pusing sampai telinga hingga berdengung. Dalam keadaan panic dia melihat botol oxy yang berisi cairan bening dan langsung meminumnya. Dia sudah berniat akan mengganti air minum tersebut setelah meminumnya. Tapi perumpamaan “sudah jatuh tertimpa tangga” benar-benar dialaminya malam itu.
Bukannya pelepas dahaga yang didapatnya, namun mual kembali yang dirasakannya karena air yang dia minum bukan air putih yang dapat diminum, akan tetapi sabun cair yang bening sehingga menyerupai air. Kontan dia langsung memuntahkannya kembali sebelum cairan itu ditelan. Tak hanya dengung ditelinga yang kini dirasakannya tapi juga rasa pahit yang menyengat di lidah. Menyerah dengan keadaan, akhirnya dia langsung berlari ke kamar mandi dan berkumur-kumur.
Satelah mencari air minum kemana-mana dan mendapatkannya akhirnya dia kembali ke tempatnya belajar tadi (duduk diantara pintu depan kamar). Walaupun tangannya memegang buku dan matanya memandang buku tersebut, tapi pikirannya melayang entah kemana karena syok dengan kejadian yang baru saja menimpanya sampai aku datang dan menayakan pelajaran. Tak kurang dari 7X dia mengulang ceritanya terus-menerus, sampai obrolan kami terganggu oleh igauan anak kelas 1 PK yang tidur dengan gelisah karena pengen pipis tapi nggak bangun2. Cuma ngigau “pengen pipis” berulang-ulang. Sebagi seorang kakak kelas yang baik (ciee elah bangga banget dah) akhirnya aku membangunkannya dan menawarkannya untuk pergi ke kamar mandi bersama. Saat dia mendengar tawaranku matanya langsung bersinar antusias seperti telah ditolong oleh malaikat cantik ketika ditepi jurang (lebay mode on).
Dengan terburu-buru akhirnya dia memakai rok dan jaketnya dan kami pun ke kamar mandi. Sehabis dari kamar mandi temanku bertanya tentang botol isi sabuntersebut kepada anak kelas 1 PK itu, dan ternyata botol isi sabun itu miliknya!
            “ini ada tulisan RINSO-nya kak!” kata dia yang masih linglung
Memang benar sih ada tulisan RINSO dengan spidol hitam, tapi itu sudah mulai pudar! Jelas saja kita menyangka bahwa itu air putih. Akhirnya kita Cuma bisa tertawa mengetahui kebetulan yang tak disangka ini.
            Well, diam-diam dalam hati aku berterima kasih pada anak kelas 1 PK yang pengen pipis, kalau saja dia tidur dengan nyenyak malam itu, mungkin saja temanku akan bercerita sampai waktu tahajjud. Oh, aku tak bisa membayangkan hal mengerikan itu sampai terjadi. Tapi untuk temanku, aku menganggap kejadian ini sebagai hadiah ulang tahun darimu dan aku mengucapkan terimakasih atas  cerita yang akan selalu terukir di malam ulang tahunku ini.

0 komentar:

Posting Komentar