20
desember 2012, 01:00 AM
Malam ini tak terasa seperti malam-malam
sebelumnya. Saat terbangun pada tengah malam untuk belajar dan tidak mengantuk
lagi seperti biasa, Mungkin karena sudah ada niat kuat untuk bergadang. Di
malam yang sepi, sunyi, senyap, ketika ingin menanyakan pelajaran yang tidak
kumengerti pada teman yang sebelumnya sudah mengucapkan Happy Birthday padaku—bukannya
jawaban yang kudapatkan darinya akan tetapi cerita tentang kejadian lucu yang
dialaminya yang membuatnya ingin mati malam itu. Semua cerita berawal dari
sebuah kalimat pembuka:
Pastinya sebagai teman yang baik aku
bertanya kenapa sampai dia berkata seperti itu. Akhirnya dengan antusias dia
bercerita bahwa sesaat setelah dia bertemu, mengatakan HBD padaku dan
menghabiskan kopi yang dibuatnya dia merasa mual dan ingin muntah, mungkin
karena dari pagi sebelumnya dia sudah merasa masuk angin. Karena tak tahan lagi
akhirnya dia muntah (untung posisinya berada dekat tong sampah). Instingnya
sebagai manusia menyuruhnya untuk mencari air putih kerena dia merasa pusing
sampai telinga hingga berdengung. Dalam keadaan panic dia melihat botol oxy
yang berisi cairan bening dan langsung meminumnya. Dia sudah berniat akan mengganti
air minum tersebut setelah meminumnya. Tapi perumpamaan “sudah jatuh tertimpa
tangga” benar-benar dialaminya malam itu.
Bukannya pelepas dahaga yang didapatnya,
namun mual kembali yang dirasakannya karena air yang dia minum bukan air putih
yang dapat diminum, akan tetapi sabun cair yang bening sehingga menyerupai air.
Kontan dia langsung memuntahkannya kembali sebelum cairan itu ditelan. Tak
hanya dengung ditelinga yang kini dirasakannya tapi juga rasa pahit yang
menyengat di lidah. Menyerah dengan keadaan, akhirnya dia langsung berlari ke
kamar mandi dan berkumur-kumur.
Satelah mencari air minum kemana-mana dan
mendapatkannya akhirnya dia kembali ke tempatnya belajar tadi (duduk diantara
pintu depan kamar). Walaupun tangannya memegang buku dan matanya memandang buku
tersebut, tapi pikirannya melayang entah kemana karena syok dengan kejadian
yang baru saja menimpanya sampai aku datang dan menayakan pelajaran. Tak kurang
dari 7X dia mengulang ceritanya terus-menerus, sampai obrolan kami terganggu
oleh igauan anak kelas 1 PK yang tidur dengan gelisah karena pengen pipis tapi
nggak bangun2. Cuma ngigau “pengen pipis” berulang-ulang. Sebagi seorang kakak
kelas yang baik (ciee elah bangga banget dah) akhirnya aku membangunkannya dan
menawarkannya untuk pergi ke kamar mandi bersama. Saat dia mendengar tawaranku
matanya langsung bersinar antusias seperti telah ditolong oleh malaikat cantik
ketika ditepi jurang (lebay mode on).
Dengan terburu-buru akhirnya dia memakai
rok dan jaketnya dan kami pun ke kamar mandi. Sehabis dari kamar mandi temanku
bertanya tentang botol isi sabuntersebut kepada anak kelas 1 PK itu, dan
ternyata botol isi sabun itu miliknya!
“ini ada tulisan RINSO-nya kak!”
kata dia yang masih linglung
Memang
benar sih ada tulisan RINSO dengan spidol hitam, tapi itu sudah mulai pudar!
Jelas saja kita menyangka bahwa itu air putih. Akhirnya kita Cuma bisa tertawa
mengetahui kebetulan yang tak disangka ini.
Well, diam-diam dalam hati aku
berterima kasih pada anak kelas 1 PK yang pengen pipis, kalau saja dia tidur
dengan nyenyak malam itu, mungkin saja temanku akan bercerita sampai waktu
tahajjud. Oh, aku tak bisa membayangkan hal mengerikan itu sampai terjadi. Tapi
untuk temanku, aku menganggap kejadian ini sebagai hadiah ulang tahun darimu
dan aku mengucapkan terimakasih atas
cerita yang akan selalu terukir di malam ulang tahunku ini.



0 komentar:
Posting Komentar