CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 05 Januari 2012

tak bersyukur


“all great people in the world are book worm”
 Kalimat itu memang benar, coba dech kita lihat presiden pertama kita Ir. Soekarno, beliau adalah seorang yang penggila baca. Bahkan beliau masih sempat untuk belajar ketika sedang berada didalam penjara sempit yang bau, sumpek, dan gelap. Berbeda dengan sekarang, semua fasilitas sudah menunjang kita untuk menuntut ilmu. Sekolah menjamur dimana-mana, Bantuan dari pemerintah kita dapatkan, akses internet mudah dan murah. Apalagi coba yang kurang?

 Namun sayangnya dengan semua kemewahan yang kita dapatkan ini banyak dari kita yang tak bersyukur dengan malas belajar, sering bolos, tak mendengarkan penjelasan guru, sering tidur saat jam pelajaran (nak pondok banget), dll. Tak usah cari-cari siapakah orang itu. Lihatlah diri kita sendiri. Apakah kita termasuk orang tersebut?
 Akupun merasa demikian. Kalau boleh curhat, dikelas aku memiliki teman yang terkenal dengan tukang tidur. Pada jam pelajaran pertama saja kantuk sudah datang menghampirinya, beruntung dia selalu dibangunkan oleh teman dekatnya. Bukannya malas, sebenarnya dia juga tak ingin begini. Namun godaan setan terasa begitu berat baginya.
 Kenapa bisa terjadi? Bisa jadi karena kurangnya rasa syukur kita, tak adanya niat yang kuat dalam belajar, dan membuat kita jadi tak semangat dalam belajar. Cobalah kita renungkan. Saat kita tidur di dalam kelas atau bolos belajar, orang tua kita disana sedang bekerja kerqas membanting tulang agar dapat menyekolahkan kita. Namun apa yang mereka dapatkan? Disaat kita ditanya apa yang telah kita pelajari di sekolah, kita hanya bisa menggeleng tidak tahu.
 Sungguh merugilah kita jika menjadi orang yang seperti itu. Banyak teman kita disana yang ingin sekolah tapi tersangkut biaya yang membuatnya tak berdaya. Terlambat lebih baik dari pada tidak sama sekali. Karena menuntut ilmu itu penting sekali. Seperti menanam pohon yang hasilnya baru kita rasakan saat lima atau sepuluh tahun lamanya. Mustahil kta dapat merasakan buah yang bibitnya baru kita tanam kemarin.

Berdayung dayung kehulu
Berenang renang ketepian
Bersusah susah dahulu
Bersenang senag ketepian

1 komentar:

afifuddin_el-akhyar

amin...smga abis bca ni bisa ada perubahn yg berarti,hanya dg usaha dan hidayah alloh lah semuakan terwujud

Posting Komentar