CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 14 April 2012

Aku, Orang Tua Dan Mimpi


Hmm,,, ujian semester sebentar lagi. Muthola’ah, mahfudhot, bulughul maram, dan pelajaran lainnya belum aku hafal sama sekali. HOW CAN I THROUGH THE EXAMINATION??? That’s a big question mark that across in my mind. Katanya mau ngejar cita-cita,mana usahanya? Jangan Cuma mimpi aja tapi gak ada usaha untuk mewujudkannya.
Tapi sebenarnya apa sich mimpiku, mimpimu, dan mimpi kita semua. Saatku memikirkannya hatiku terasa bimbang (ciee elah puitis amat neng).
Sebagai seorang remaja jiwaku memang masih sangat labil dalam memikirkan masa depanku, ingin kemana setelah lulus nanti, ingin jadi apa aku setelahnya, dll. Aku memiliki banyak keinginan dalam benakku, aku pikir bahwa apa yang aku inginkan selama ini telah kuperhitungkan dengan matang. Namun ternyata tidak! Dengan mudahnya orang tuaku menggoyahkan semua mimpi-mimpi yang telah kubangun selama 2 tahun hanya dengan sebuah diskusi yang berlangsung selama 20 menit.
Mereka membuatku berpikir lebih jauh kedalam hal yang tak kuppikrkan selama ini. Dan ku akui bahwa mungkin selama ini aku egois. Yah aku memang egois dan tak mau mengalah. Sebenarnya orang tua adalah orang yang supel dan tak kuno-kuno amat. Mereka membebaskanku untuk menjadi apa yang ku mau dan mereka sadar bahwa zaman telah berubah. Tapi, ada saat dimana aku merasa bahwa mereka sedikit memaksakan kehendak mereka secara halus sehingga aku tak menyadari bahwa aku sedang didoktrin dengan keinginan mereka (serem amat bahasanya).
Tapi, setelah kupikir mereka melakukan itu semua hanya untuk mencari yang terbaik untukku. Tapi masalahnya aku masih bingung dengan apa yang kuinginkan saat ini. Karena aku tahu itu akan sulit bukan karena tak bisa tetapi karena takdirku yang hanya seorang perempuan dan anak pertama. Terkadang aku berpikir kenapa aku diciptakan sebagai perempuan bukan lelaki yang bisa bergarak lebih bebas. Tak seperti perempuan yang walaupun sudah ada kesetaraan gender, tapi seorang perempuan tak bisa lepas dari kodratnya.
Walaupun begitu aku tetap bersyukur dengan apa yang kumiliki saat ini. Dan kuharap aku bisa mencapai apa yang kumimpikan walaupun tercapai dengan cara yang lain. Itu semua adalah rahasia Allah. Dan rahasia-nya begitu indah sampai kita merasakanya. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar